Cita-cita Siswa Al Hikmah: Presiden dan Kapolri

“Saya bercita-cita menjadi Presiden Indonesia saat berumur 45 tahun”.

Mungkin cita-cita M. Rayhan Hibatullah itu terdengar sedikit kurang realistis bagi sebagian orang. Karena faktanya hampir seluruh Presiden Indonesia mulai menjabat ketika sudah lebih dari 50 tahun kecuali Soekarno dan Soeharto.

Dimulai dari Soekarno yang mulai menjabat saat 44 tahun, dilanjutkan Soeharto ketika berumur 46 tahun. Setelah itu, Presiden BJ Habibie hingga Joko Widodo sekarang ini mulai menjabat saat usianya lebih dari kepala lima.

Faktor Proposal Hidup Siswa

Tapi itulah yang membuat Rayhan – panggilan akrabnya – begitu bersemangat ingin mewujudkan asanya itu. Tidak sekadar omong kosong, ia bahkan sudah menyusun target dan langkahnya untuk menjadi seorang kepala negara. Target itu dituangkan dalam sebuah proposal hidup saat dirinya menjadi siswa baru di SMA Al Hikmah Boarding School Batu.

“Dalam proposal itu saya memberi judul ‘Young Politician’ (politisi muda). Jadi saya sudah susun target-target usia berapa saya harus menjadi apa. Contohnya, ketika saya berusiah 20-an tahun, saya harus menjadi anggota DPR RI, Kemudian setelah itu beranjak ke daerah menjadi walikota lalu gubernur. Barulah setelah itu, puncaknya menjadi Presiden Indonesia ketika berusia 45 tahun,” kata laki-laki berumur 16 tahun ini menjabarkan.

Siswa Al Hikmah menyusun proposal hidup

Memang SMA berbasis asrama ini mewajibkan setiap muridnya untuk menuliskan cita-cita mereka beserta target dan rancangan untuk merealisasikannya. Kemudian proposal itu akan disampaikan kepada wali murid dan sekolah. Berdasarkan proposal itu, SMA Al Hikmah Batu akan menyusun panduan atau konsep pembelajaran bagi tiap muridnya, baik dalam akademik dan non-akademik. Tiap siswa memiliki panduan yang berbeda, sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

Proses Pendidikan Optimal

Sistem ini diklaim dapat mengeluarkan potensi peserta didik secara optimal dan maksimal. Setidaknya itu yang dirasakan oleh Rayhan selama 8 bulan menjadi siswa. Anak ketiga dari pasangan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Fatma Saifullah Yusuf ini merasa terbantu dengan sistem yang diterapkan oleh SMA Al Hikmah Batu ini.

“Awalnya kami disuruh untuk menulis target masing-masing dalam satu tahun. Nah, dalam setahun itu kita dibimbing terus setiap minggunya,” ujar Rayhan.

Tidak hanya dalam bidang akademik, lanjut dia, dirinya juga mulai dibimbing dan dibekali apa saja yang diperlukan untuk menjadi seorang politisi muda. Seperti asupan materi politik. Akhirnya dari sana Rayhan mulai mempelajari dan mengenal figur-figur politisi dan bagaimana pemikirannya. Selain itu, menurut dia, ada satu hal lagi yang tak kalah pentingnya, sebagai calon politisi juga perlu memiliki bekal keislaman yang kuat.

”Untuk melatih mental, saya juga diberi kesempatan untuk menjadi khotib Shalat Jumat. Saat pertama kali, ya saya masih grogi. Tapi dari situ saya belajar dan alhamdulillah saat ini saya tidak terlalu grogi untuk ngomong di depan banyak orang,” papar Rayhan.

sarana dan prasarana al Hikmah Boarding School Batu

Ingin Seperti Tito Karnavian

Begitu pula dengan siswa lain, Fajar Al Wafi yang bercita-cita menjadi seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Salah satu figur yang menginspirasinya adalah Kaporli saat ini, Jenderal Tito Karnavian. Ia menargetkan akan menjadi Kapolri ketika menginjak usia 53 tahun.
“Awalnya, saya berkeinginan untuk mengikuti jejak ayah saya menjadi anggota TNI AD. Namun ibu menyarankan saya untuk menjadi polisi saja karena melihat saya lebih senang berhubungan dan bersosialisasi dengan masyarakat,” kata Fajar.

Senada dengan Rayhan, Fajar mengaku pihak sekolah banyak memberikan dirinya bekal dan bimbingan untuk mewujudkan cita-citanya. Dimulai dari ketika pertama kali menjadi siswa baru dan mengikuti program Basic Leader Camp (BLC). Dari sana, dirinya terbiasa untuk berdisiplin dan memperkuat fisiknya. Dan itu diterapkan rutin olehnya. Juga ada kegiatan renang rutin tiap bulannya. Tak hanya itu, bahkan ada bimbingan untuk tes psikotes ketika dirinya akan memasuki akademi kepolisian (akpol) nantinya.

Selain itu untuk mengasah kemampuan memimpinnya, dirinya ditunjuk untuk menjadi pengurus asrama dan mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi di asrama tersebut. “Saya beberapa kali diajak berdiskusi dengan salah satu ustadz, dan ditugasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di asrama. Dan ini membuat saya semangat karena diberi kesempatan untuk mengasah kemampuan organisasi saya,” ungkap Fajar.

Di akhir, Fajar berpesan kepada para orang tua yang hendak memasukkan anaknya ke SMA Al Hikmah Batu, agar tidak perlu ragu. “Karena saya di sini merasa dididik dengan ikhlas dan Istiqomah. Serta dibimbing untuk sedikit demi sedikit untuk mencapai apa yang saya impikan,” pungkas Fajar.

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *