Boarding School di Ponorogo | Al Khair

Boarding School di Ponorogo – akhir-akhir ini tren pendidikan dengan pola boarding school memang sangat marak sekali, tidak hanya di kota-kota besar, namun juga di kota kecil pun demikian, tumbuh dengan cepat.

Oleh sebab itu kita harus pintar memilih karena rata-rata boarding school identik lebih banyak pada aspek fasilitas dan biaya mahal, padahal inti yang paling penting adalah proses pendidikan. Maka pada kesempatan kali ini kami akan mengulas salah satu Boarding School di Ponorogo, yaitu Al Khair.

Profil Boarding School Al Khair Ponorogo

Boarding School ini didirikan oleh sepasang suami istri yang hidup lama di Pakistan sebagai staf kedutaan. Mereka asli Ponorogo yang awalnya menempuh pendidikan di Islamabad Pakistan selepas dari Gontor.

Mereka memandang perlu adanya boarding school yang fokus pada pendidikan akhlaq, al Quran dan pendidikan Bahasa Inggris sebagai bekal kehidupan di era modern. Bagi mereka di era modern yang paling dibutuhkan adalah kejujuran dan keahlian komunikasi. Di sinilah Boarding School Al Khair mengambil peran.

Boarding School di Ponorogo
Siswa Putri Boarding School di Ponorogo Al Khair

Terlebih sepasang suami istri tersebut memiliki Bahasa Inggris yang cukup bagus, bahkan komunikasi Bahasa India fasih, selain berbahasa Arab juga lancar, karena itu mereka bisa mengelilingi banyak negara. Kemampuan inilah yang ingin ditularkan pada santrinya.

Pada 2001, pesantren ini berdiri di desa Jimbe kecamatan Jenangan Ponorogo. Atau jika Anda pernah ke telaga Ngebel, maka pesantren ini 15 menit dari terminal arah ke tempat lokasi cukup terkenal di Ponorogo tersebut.
Sistem Pendidikan Boarding School Al Khair Ponorogo

Pendidikan di Boarding School Al Khair Ponorogo terbagi menjadi dua, pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal dilaksanakan dari pagi hingga siang hari. Kurikulum yang diikuti adalah kemenag menggunakan sistem Tsanawiyah dan Aliyah.

Di dalamnya juga tersedia pendidikan utama seperti Matematika, Fisika, dan Kimia. Di samping itu ada pendidikan bermuatan motivasi seperti mahfudzot, juga bermuatan Bahasa arab seperti muthalaah. Sehingga di dalam kelas, ada tiga aspek penting yang akan didapatkan santri, yaitu peningkatan pengetahuan, motivasi, dan Bahasa arab.

Artinya pendidikan di boarding school ini cukup baik bagi siswa. Karena tidak ada aspek yang ditinggalkan dalam pendidikan formal.

Pendidikan di Asrama Boarding School

Jika ingin melihat bagus tidaknya pendidikan di boarding school, maka bisa diteliti dari pendidikan asramanya. Sekiranya pendidikan di asrama mendukung pendidikan di kelas, itu artinya memang fokus pada pendidikan formal, namun jika pendidikan di asrama memiliki sistem sendiri maka yang ingin didapatkan adalah sesuatu yang lain.

Boarding School di Ponorogo ini lebih banyak memiliki pendidikan bermodel pesantren di asramanya. Dimulai pada pukul 3:30, semua santri dilatih melaksanakan shalat tahajud bersama-sama. Sedangkan untuk komunikasi yang dilatih adalah dominasi berbahasa Inggris.

Siswa Putra di Depan Masjid Boarding School Al Khair

Karena pimpinan pesantren memiliki keinginan santrinya agar berkiprah di dunia internasional, maka santrinya dituntut untuk mahir berbahasa Inggris. Caranya adalah menggunakan Bahasa Inggris sebagai komunikasi formal disamping Bahasa Arab.

Menurut kami faktor yang mendukung adalah santrinya yang belum banyak, membentuk lingkungan kondusif untuk berbahasa mudah. Sehingga boarding school di Ponorogo ini tidak sesulit pesantren-pesantren besar lainnya.

Pola bimbingannya, santri putra bersama yang Kyai Bambang Sudarsono, sedangkan santri putri bersama Bu Nyai Zulfa Khairiyah. Mereka berdua dibantu anak dan pengasuh lain yang berasal dari Gontor, Islamabad Pakistan, dan Yaman. Kombinasi inilah yang menurut kami cukup menarik.

Tahfidz Quran di Boarding School Al Khair

Salah satu pendidikan yang kental dari Boarding School di Ponorogo ini adalah pendidikan tahfidz Quran. Yaitu pendidikan menghafalkan Quran bagi para santrinya. Pendidikan tahfidz Quran sangat kental karena justru mewarnai banyak aktivitas keseharian.

Di antaranya adalah pukul 05:00-06:00, selepas subuh santri sudah berlatih menghafalkan Al Quran. Ini cukup istimewa. Selanjutnya akan dilanjutkan kembali pada sore hari hingga menjelang magrib, di mana setiap santri akan diminta untuk menyetorkan murajaah hafalan.

Setiap santri sebelum menghafal akan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan Al Quran menggunakan metode UMMI, yaitu metode pendidikan Al Quran yang sudah mendampingi banyak sekolah terutama di Jawa Timur.

Dengan pola demikian, setiap santri mampu mendapatkan hafalan minimal sebanyak 2 juz dalam satu tahun. Sedangkan maksimal tergantung dari kemampuan santri masing-masing. Jika mampu, maka bisa mencapai hingga 5 juz dalam setahun. Maka kiranya melewati pendidikan selama 6 tahun bisa menghafal 30 juz. Ini hal yang istimewa dari Boarding School di Ponorogo tersebut.

Kegiatan belajar di Boarding School Al Khair

Pendidikan Desain Grafis dan Multimedia

Di pesantren ini ada yang unik, ekstra kulikulernya cukup banyak, tapi ada satu yang menurut kami patut diapresiasi di era multimedia seperti sekarang ini. Yaitu ektra desain grafis dan multimedia. Padahal ini adalah pesantren setara MTS dan Aliyah, namun ekstranya justru sudah menuju pada aspek multimedia dan desain grafis.

Penguasaan desain dasar seperti Corel dan Photoshop menjadi hal yang bisa dinikmati oleh siswa boarding school di Ponorogo tersebut. Sedangkan untuk pendidikan multimedia meliputi pembuatan video dan optimasi di internet. Oleh sebab itu sangat berharga sekali jika bisa mengenyam pendidikan di pesantren ini, tinggal memilih fokus yang diinginkan.

Adab dan Sunnah di Pesantren Al Khair Ponorogo

Ketika kami berkunjung, ada satu hal pembiasaan yang cukup bagus, yaitu pembiasaan melakukan Sunnah Sunnah Rasulullah SAW. Pembiasaan ini dilakukan melalui dua tahap, pertama tahap teoritis yang diajarkan.

Tahap kedua praktis, yaitu masing-masing santri praktik sampai dilihat oleh gurunya. Sehingga terlihat benar salah. Contoh adab makan, adab ketima menyapa orang. Adab pada guru. Hal inilah yang menurut kami cukup baik.

Maka kalau Anda ke Boarding School di Ponorogo ini akan melihat santri-santri yang memiliki sopan santun. Bagi kami inilah hal paling penting yang terkadang di beberapa tempat justru dilupakan, bahkan di pesantren. Padahal yang kurang di zaman ini adalah orang-orang yang memiliki adab baik dalam berperikalu dan bergaul ke sesama.

Salah satu karya siswa Al Khair Ponorogo

Boarding School di Ponorogo Melatih Organisasi

Tidak kalah penting adalah latihan organisasi siswa Al Khair yang dimulai dari kelas 5, atau setara dengan kelas 2 aliyah. Mereka akan berlatih menjadi pengurus asrama dan berlatih menjadi uswatun hasanah bagi anggotanya.

Dalam aspek ini, Boarding School Al Khair banyak terinspirasi dengan apa yang dilakukan oleh pesantren Gontor yang melatih kepemimpinan santrinya melalui organisasi kecil hingga kemudian perlahan kapasitasnya dinaikkan menjadi organisasi yang lebih besar.

Dengan jumlah santri yang masih sedikit, maka kesempatan setiap orang berlatih semakin besar. Ini merupakan keuntungan tersendiri.

Kelebihan lainnya, Boarding School di Ponorogo ini masih berkembang, sehingga mereka berusaha memberikan pendidikan seistimewa mungkin bagi para santrinya. Ini sudah menjadi rahasia umum karena lembaga pendidikan ini berusaha perlahan mendapatkan tempat di masyarakat Indonesia.

Pendaftaran di Al Khair Ponorogo

Bagi yang ingin berkunjung, atau bahkan mendaftar, caranya cukup mudah, hubungi ustadz Nawwab Syarif, yang merupakan guru pengasuh Boarding School Al Khair Ponorogo. Nantinya Anda bisa leluasa bertanya-tanya. Bisa melalui whatsapp, atau pun melalui telepon.

Bahkan jika ingin janjian untuk berkunjung bisa berkomunikasi dengan putra pendiri salah satu boarding school terbaik di Ponorogo tersebut.

Nomor teleponnya di 0852-3660-6306

 

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *