Cara Melahirkan Siswa Berjiwa Pemimpin | Al Hikmah Batu

Ada yang berbeda dari SMA Al Hikmah Boarding School Batu. Tidak hanya mengedepankan aspek akademik semata. Salah satu tujuan pendidikan di lembaga ini adalah melahirkan calon-calon pemimpin di masa depan. Hal itu tergambarkan dalam salah satu ciri khas lulusannya, yaitu muslih atau memiliki jiwa kepemimpinan, berwawasan Islam, dan kesemampaan.

Dr Edy Kuntjoro, selaku Kepala Sekolah SMA Al Hikmah Boarding School Batu, menjelaskan poin muslih (penggerak, pengubah) sejak awal menjadi siswa di sana, mereka akan mulai ditanamkan bibit kepemimpinan dalam kehidupannya sehari-hari, baik saat di sekolah maupun di asrama dan lingkungan sekitar.

Proses Basic Leader Camp

“Mental muslih ini kita tanamkan sedari awal mereka masuk. Kami memiliki program yang namanya Basic Leader Camp (BLC). Sebelum mengikuti kurikulum yang berlaku, mereka akan kita siapkan dulu wadah atau kepribadiannya. Mungkin yang wadahnya belum kokoh kita perkuat kemudian diisi,” kata Edi.

Dalam BLC itu, Al Hikmah Batu bekerjasama dengan pendidik dari batalyon kavaleri TNI Angkatan Darat. Dalam prosesnya akan ada sedikit unsur semi militer di dalamnya untuk melatih kedisipilinan dan fisik murid tahun pertama. Tapi jangan khawatir, pendekatannya tidak benar-benar persis yang digunakan dalam militer sesungguhnya. Pendekatan persuasif juga diterapkan di sana.

pendidikan semi militer di islamic boarding school

Menurut Edy, dengan adanya BLC ini hasilnya cukup memuaskan. Para murid terbiasa untuk menjaga kesehatan fisik mereka dengan rutin berolahraga. Dari sisi karakter, mereka lebih disiplin. Ini terlihat dari kehidupan sehari-harinya, para murid terbiasa hidup mandiri dan menjaga kerapian barang-barangnya.

“Setelah bangun tidur, mereka akan langsung merapikan tempat tidur mereka sendiri dan itu rapi sebagaimana standar di barak militer. Bahkan hingga aspek keindahannya, kita tekankan betul. Karena pada prinsipnya, dalam lingkungan bersih dan menyenangkan, biasanya akan menjadi tempat yang nyaman dan kondusif untuk belajar,” ungkap Edy.

Lebih lanjut, Edi menyebutkan, sejatinya setiap anak itu punya potensi kepemimpinan. Sehingga perlu adanya program yang efektif dan berkelanjutan untuk mengasah jiwa kepemimpinan tersebut. Maka dibentuklah kepengurusan-kepengurusan di luar akademik yang dikelola sendiri oleh siswa dan dilaksankan oleh siswa. Seperti kepengurusan asrama, OSIS, dan kepramukaan.

Latihan di Luar Kampus

Tidak hanya di dalam kampus, bahkan banyak murid yang didelegasikan untuk melatih kepemimpinan mereka ke luar sekolah. Seperti saat momen 17 Agustus. Pada umumnya, tiap sekolah mengadakan upacara di sekolahnya masing-masing. Lain dengan Al Hikmah Batu. Justru para siswa diutus untuk menjadi panitia untuk menyelenggarkaan aktivitas peringatan Hari Kemerdekaan itu di SD-SD sekitar sekolah.

Di sekolah-sekolah tersebut para murid Al Hikmah Batu menyelenggarakan acara bertemakan kepahlawanan. Seperti lomba membaca puisi bertemakan kepahlawanan ataupun menonton film tentang sosok pahlawan tertentu. “Dan ternyata banyak sekolah kepala sekolah dari SD itu yang merespon baik. Bahkan mereka memesan untuk tahun depannya juga kembali dikirimi murid Al Hikmah Batu,” paparnya.

Di samping itu, ketika ada murid yang diketahui memiliki cita-cita menjadi pemimpin di negeri ini, akan diberikan kesempatan lebih untuk mengasah jiwa dan kemampun memimpinnya. Seperti dengan menjadikannya, khotib sholat Jumat di Surabaya. Mereka akan berbicara di depan jamaah yang jumlahnya hampir 1.000 orang. Ataupun menjadi petugas hingga pembina dalam upacara tiap hari Senin.

“Bagaimana kita bisa mengetahui minat anak menjadi pemimpin ini? Dari proposal hidup yang telah mereka buat di akhir proses BLC itu. Mereka akan menyampaikan apa cita-cita mereka, termasuk ketika mereka ingin menjadi pemimpin di masa depan,” pungkas dia.

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *