Hijrah Gadget di Al Hikmah Batu

Anak muda tanpa gadget merupakan pemandangan yang tabu dalam lingkungan kita. Tidak jarang anak pergi ke sekolah sudah dibawakan smartphone atau gadget lainnya. Sayangnya, banyak dari mereka belum cukup dewasa dalam menggunakan, khususnya media sosia (medsos). Seringkali banyak hal privasi yang dibeberkan dalam medsos, dan ternyata rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab. Seperti cyberbullying, sexting dan lain sebagainya.

Belum lagi, keberadaan gadget justru menjadi penghambat belajar anak-anak karena saking ketagihannya. Hal inilah yang diantisipasi oleh SMA Al Hikmah Boarding School.  Akhirnya, diputuskan untuk melarang penggunaan gadget di lingkungan sekolah. Hijrah penggunaan gadget ini diberlakukan sejak awal masuk ke sekolah.

Pertimbangan Hijrah Gadget

Ketika di awal masuk dan mengikuti kegiatan Basic Leader Camp (BLC),  para peserta didik terlebih dahulu diberikan penjelasan  potensi negatif penggunaan gadget.  Dimulai dari ancaman gangguan kesehatan. Banyak dari kalangan remaja pengguna gadget tanpa dibatasi waktu. Akibatnya potensi gangguan kesehatan yang dialaminya semakin besar. Salah satunya, menyerang mata. Berdasarkan penelitian di Korea Selatan. Sebagian besar anak pengguna gadget akut mengidap gejala penyakit mata kering. Sebaliknya, semakin jarang anak itu menggunakan gadget, gejala penyakit ini tidak ditemukan.

Kedua, menghabiskan waktu. Salah satu yang dilakukan remaja melalui gadgetnya ialah berselancar di media sosial. Medsos menjadi wadah eksistensi diri yang justru lebih banyak pamer kepada para pengikut (follower)-nya. Banyak waktu yang disia-siakan untuk sekadar ajang eksis tanpa tujuan jelas ini. Alangkah lebih baik bila waktunya digunakan untuk menyiapkan diri menghadapi ujian nasional atau mengerjakan tugas.

Ketiga, media sosial ternyata membuat anak-anak malah anti sosial. Banyak dijumpai sekelompok remaja yang tengah duduk bersama, tapi justru mereka lebih asyik dengan gadget-nya. Pemandangan seperti ini banyak dijumpai. Remaja cenderung lebih dekat dengan teman online-nya ketimbang teman offline-nya.

Akhirnya menimbang itu semua, SMA Al Hikmah Boarding School memutuskan agar anak hijrah dari gadget. Langkah ini penting dilakukan agar upaya mencetak alumni yang sholih, muslih dan memiliki akademik optimal bisa tercapai sepenuhnya. Ditambah, para siswa ini akan memiliki jadwal yang padat. Sehingga tidak ada waktu untuk bersantai dengan gadgetnya-.

Dengan kebijakan hijrah gadget ini, ternyata banyak manfaat yang diterima oleh para peserta didik. Mereka mengakui dapat membagi waktu lebih baik, khususnya utuk ibadah belajar, makan dan istirahat. Kemudian banyak anak  yang lebih aktif bersosialisasi dengan temannya. Dari sisi kesehatan, sejumlah anak mengaku memiliki hobi baru tanpa adanya gadget. Yaitu menggeluti dalam salah satu cabang olahraga tertentu.

 

 

 

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *