Kepedulian Al Hikmah Boarding School untuk Lombok

Al Hikmah Islamic Boarding School Batu adalah sekolah berbasis keislaman dengan mengedepankan prestasi akademik dan kedisiplinan tinggi. Oleh sebab itu salah satu aspek yang ditumbuhkan pada jiwa siswa adalah aspek sosial. Terutama kepedulian terhadap saudara muslim. Yaitu Lombok.

Al Hikmah Islamic Boarding School Batu menyadari bahwa peristiwa Lombok adalah bencana bertaraf nasional. Di mana hampir seluruh rumah runtuh, bahkan beberapa keluarga Al Hikmah memiliki saudara di Lombok tertimpa musibah yang sama. Sehingga menjadi kewajiban dari Al Hikmah Boarding School untuk menggalang dana.

Uniknya, para siswa memberikan bantuan untuk korban Lombok melalui hasil penjualan sawi yang  mereka tanam sendiri. “Ketika awal masa ospek, kami dan ustadz-ustadz berinisiatif ingin membuat kebun, awalnya hanya untuk makan-makan bersama” cerita Akmal Sajid Taqiyudin, siswa SMA Al-Hikmah Batu Boarding School asal Surabaya. “Kemudian kami kepikiran agar hasil penjualan digunakan untuk membantu sesama, akhirnya disumbangkan ke Lombok” lanjut Sajid.

Setiap hari siswa SMA Al-Hikmah Batu Boarding School harus bangun pukul 03.30 pagi untuk menjalankan salat tahajud, kemudian salat subuh dan dzikir pagi. Pembelajaran di kelas dilakukan sampai pukul 14.30 sore, kemudian malam masih belajar mandiri. Di tengah kesibukan yang mereka jalani, mereka masih menyempatkan menanam dan merawat sawi. Di antaranya adalah dengan menyirami dan memberi pupuk.

Hasil panen mereka jual kepada orang tua siswa yang datang berkunjung ke sekolah. Karena SMA Al-Hikmah Batu Boarding School menerapkan sistem Boarding jadi anak-ank tidak pulang setiap hari. Apalagi ketika masa ospek selama dua bulan orangtua tidak boleh menjenguk atau datang ke sekolah. Hal ini bertujuan untuk melatih kemandirian siswa.

Hal ini memiliki dua tujuan pokok. Pertama adalah membangkitkan semangat kemandirian pada setiap siswa. Sehingga mereka menyadari bahwa mandiri itu bisa dipelajari sedari dini. Kedua, menumbuhkan jiwa wirausaha. Jiwa wirausaha cukup penting di era millenial seperti sekarang. Mereka di Al Hikmah Boarding School diwajibkan memiliki kemampuan itu.

Momen orangtua berkunjung ke sekolah yang mereka manfaatkan untuk menjual hasil berkebun mereka. Sistem penjualannya juga menarik, orangtua bebas mengambil berapapun dan bebas membayar berapapun. Hasil penjualan sawi memperoleh dana sebesar Rp. 5.300.000 yang semuanya akan disumbangkan untuk korban Lombok melalui YDSF.

Ydsf dikenal sebagai mitra Al Hikmah dalam menyalurkan bantuan-bantuan sosial untuk bencana yang terjadi di Indonesia. Apalagi YDSF merupakan lembaga amil Zakat nasional yang berkantor di Surabaya. Sehingga secara geografis YDSF memiliki kedekatan dengan yayasan Al Hikmah yang berpusat di Surabaya.

Oleh sebab itu tak sungkan pihak Al Hikmah Boarding School mengucapkan banyak terima kasih, “Terima kasih banyak atas kehadiran YDSF dalam rangka menyalurkan infaq dan sedekah anak-anak untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Lombok.

“Disini anak-anak berusaha membuat program yang produktif dan edukatif untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama. Yaitu dengan menanam sawi yang hasilnya akan disumbangkan ke Lombok” tutur Ustadz Eko Ariyanto selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMA Al-Hikmah Batu Boarding School.

“Mungkin secara jumlah tidak seberapa, tapi ini adalah bentuk empati dan kepedulian anak-anak kita dalam rangka membantu saudara sebangsa dan setanah air” pungkasnya. (Habibi)

 

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *