Konsep Berbeda Asrama Al Hikmah Boarding School Batu

fasilitas SMP Al Hikmah Boarding Batu

Pendidikan yang terbaik memang pendidikan yang seharusnya dilakukan selama 24 jam. Tak hanya saat anak beraktifitas, namun juga saat anak beristirahat, berinteraksi atau bersosialisasi. Lembaga pendidikan Al Hikmah Boarding School Batu rupanya menyadari betul tentang hal ini. 

Berbicara tentang mendidik anak, memang 24 jam adalah waktu yang tidak cukup. Seringkali 24 jam ini perlu diulang dan diulang hingga dapat menjadi kebiasaan. Konsep asrama memang menjadi salah satu kekuatan dari Al Hikmah Boarding School Batu. 

Asrama yang diterapkan bukan asrama yang ketat penuh aturan atau asrama yang sifatnya mengekang. Asrama di Al Hikmah diharapkan mampu menjadi rumah kedua bagi para siswa. 

Dasar Sistem Asrama di Boarding School

Rata-rata konsep pendidikan di berbagai lembaga hampir sama. Kesemuanya ingin memastikan, bahwa apa yang didengar siswa, apa yang di lihat siswa dan apa yang dirasakan siswa adalah pendidikan. Maka dari itu, 24 jam keseharian haruslah terisi dengan disiplin dan aturan yang baik. Sehari dua hari tidak akan cukup untuk membentuk karakter baik. 

Tentu akan lebih efektif lagi, jika siswa ditempatkan dalam sebuah asrama sehingga terciptalah kultur kemandirian, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama. 

Asrama Al Hikmah Boarding School Batu memiliki konsep yang cukup unik untuk sebuah asrama. Dengan mengedepankan kenyamanan, asrama dibuat se”homey”mungkin. Bisa dilihat dari fasilitasnya di sini. 

Tidak hanya bangunan dan pemandangannya yang dibuat “homey”, para siswa juga dikondisikan untuk “kerasan” saat tinggal di asrama. Sekalipun tingkat adaptasi mereka berbeda-beda, namun Al Hikmah Boarding School Batu memiliki cara jitu untuk membuat siswa kerasan di hari pertama mereka sekolah. 

Konsep Keluarga di Asrama Al Hikmah Boarding Batu

Kesepakatan adalah salah satu kata kunci dalam mendidik siswa di asrama. Alih-alih memberikan siswa segudang aturan dan disiplin yang banyak, pihak Al Hikmah justru memberikan kebebasan aturan yang bertanggung jawab. 

Para siswa akan berdiskusi dengan guru pembimbing mereka di asrama tentang aturan dan disiplin yang akan dijalankan. Guru memberikan sejumlah kegiatan dan waktu yang harus diikuti dan ditepati, untuk kemudian siswa diberikan kebebasan membuat dan menjalankan aturan asrama dengan bimbingan guru. 

Langkah kecil semacam ini membuat siswa merasa diberikan tanggung jawab penuh atas kehidupannya sendiri. Mereka pun terbiasa saling membantu karena disiplin yang dibuat adalah kesepakatan bersama. 

Contoh kecilnya adalah saling membangunkan sebelum waktu subuh datang. Para siswa mulai beradaptasi dengan jam-jam sekolah yang “tepat” sehingga bila tidak ada kerjasama yang baik antar siswa, tentu banyak hal yang juga akan terbengkalai. 

Contoh lainnya adalah saat apel pagi. Pukul 06.20, seluruh siswa diharuskan untuk mengikuti apel pagi bersama. Sementara itu, di asrama, ada siswa lain yang bertugas mensupervisi kebersihan dan ketertiban asrama. Bila terdapat satu kamar yang belum bersih, atau satu tugas asrama siswa yang belum dikerjakan, maka satu kamar harus kembali untuk menyelesaikan masalah tersebut bersama-sama. 

Dengan demikian, satu kamar akan terlambat masuk ke sekolah dan mendapat sanksi. Agar tidak terjadi hal-hal sedemikian, maka siswa berlatih kerjasama dan saling membantu sesamanya, sehingga jarang atau tidak mendapatkan sanksi. 

Para guru selaku pembimbing asrama akan terus mendampingi siswa sehingga problem-problem dapat menjadi pembelajaran. Mereka memposisikan diri sebagai orang tua siswa. Mengingatkan siswa tentang tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab bersama. Hal yang dibangun pembimbing adalah motivasi dan tanggung jawab. 

Meniadakan Hukuman di Asrama Al Hikmah Boarding School

Reward dan punishment hampir ditiadakan di asrama, tentunya selama permasalahan dapat diselesaikan dengan baik dan pelaku tidak mengulanginya lagi. Lantas, bagaimana bila memang harus terdapat hukuman bagi siswa? Tentu para pembimbing memiliki norma dan kadar dalam memberikannya. Berharap hukuman dapat menjadi efek jera bagi pelaku dan membuatnya tidak mengulangi perbuatan itu lagi. 

Lalu, poin plus apa saja yang akan dimiliki siswa ketika tinggal di asrama Al Hikmah Boarding School Batu? Pertama, kedewasaan siswa tentu akan terbangun dengan adanya interaksi langsung dengan orang lain yang notabene bukan keluarganya. Mereka diharuskan menerima satu sama lain karena akan ditempatkan dalam satu kamar selama satu tahun. 

Selama tiga tahun tinggal di asrama, kamar akan diacak setiap tahunnya sehingga siswa mendapatkan teman dari berbagai daerah dengan sifat yang berbeda-beda tentunya. 

suasana mengaji di SMP Al Hikmah Boarding Batu

Standar yang diharapkan oleh sekolah dapat dimiliki oleh para siswa ada tiga hal, kemandirian, tanggung jawab dan kepedulian sesama. Untuk itu, kesepakatan yang dibuat bersama di awal masuknya siswa ke asrama bersumber pada tiga kata kunci tersebut. 

Indikator suksesnya tiga hal tersebut dalam diri siswa adalah mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri terlebih dahulu. InsyaAllah bila siswa sudah mampu untuk menyelesaikan tugasnya dan bertanggung jawab atas dirinya, maka tiga hal tersebut tak sulit untuk diwujudkan dalam kepribadian. 

Beberapa hal yang sudah mulai membudaya karena terbangunnya tanggung jawab siswa pada dirinya masing-masing adalah budaya kerjasama dalam tim. Selain itu, mereka juga terbiasa melakukan banyak hal secara bersamaan, seperti berbuka puasa senin-kamis dengan dana urunan. Wah, sangat mengasyikkan ya konsep asrama Al Hikmah Boarding School Batu yang sangat “homey” ini. Anda tertarik? 

Program Al Hikmah Boarding School Batu

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *