Pendampingan oleh Musyrif dan Mudabir di Al Hikmah Batu

Tinggal di asrama bukan berarti tanpa diawasi. Pengawasan dilakukan 24 jam. Oleh siapa? Yaitu pembimbing (musyrif) dan pengawas asrama (mudabbir). Para peserta didik akan berada dalam peggawasan mereka ketika berada di luar kelas. Dari sana, akan banyak pendidikan karakter yang berusaha ditanamkan dan dibiasakan kepada para siswa. Sehingga perlahan mereka akan terbiasa dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya mewarnai dan membentuk karakter yang diinginkan sesuai dengan tujuan pendidikan SMA Al Hikmah Batu. Yaitu sholih, muslih dan akademik optimal. Sebenarnya siapa yang berperan sebagai musyrif dan mudabbir di sini. Musyrif ditunjuk dari kalangan ustads untuk mengawasi strutural pengurus harian asrama.

Sementara mudabbir merupakan sejumlah siswa yang ditunjuk untuk mengatur organisasi asrama sebagai pengurus harian asrama. Dalam strukturnya, ada beberapa jabatan yang diadopsi dari struktural pemerintahan daerah di Indonesia, seperti gubernur dan walikota.

Start dari Qiyamul Lail

Adapun pengawasan yang dilakukan dimulai dari pendampingan saat qiyamul lail. SMA Al Hikmah Batu berusaha untuk membiasakan para peserta didiknya untuk bangun di tengah malam dan melakukan ibadah sunah. Dalam pelaksanaannya, di setiap kamar asrama diwajibkan membentuk jadwal tim pembangunan pagi. Adapun musyrif akan akan membangunkan terlebih dahulu piket tim pembangunan. Baru tim itu membangunkan teman-temannya yang lain. Setelah bangun, mereka pergi ke masjid untuk melakukan qiyamul lail berjamaah seperti shalat tahajud dan witir.

Adapun sebelum berangkat ke sekolah, peserta didik juga diwajibkan untuk melaksanakan apel pagi terlebih dahulu di depan asrama. Di dalamnya, akan ada briefing dan evaluasi yang idampingi oleh musyrif asrama. Setiap divisi keorganisasian asrama juga melakukan evaluasi yang berhubungan dengan bidang dan tanggungjawabnya. Baik di dalam hal kebersihan, keagamaan, kependidikan dan juga kedisiplinan. Evaluasi ini sengaja dilakukan untuk membiasakan para siswa berdispilin dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan.

Pendampingan Segala Aspek

Tak hanya didampingi untuk beribadah dan di asrama, bahkan dalam makan pun juga diawasi. Para siswa dibiasakan untuk beradab makan yang baik dan mengawalinya dengan berdoa. Dilanjutan pendampingan saat musyawarah. Dalam asrama, para siswa tidak hanya dibiasakan untuk berorganisasi tapi juga terbiasa untuk melakukan musyawarah. Musyawarah dijadwalkan tiap pecan dilakukan dan didampingi musyrif. Gubernur asrama – selaku strutuktural tertinggi dalam asrama – meminta laporan kinerja dari tiap divisi. Dalam forum itu, kebijakan-kebijakan baru pun dirumuskan dan nantinya harus dilaksanakan oleh seluruh warga asrama.

Di samping itu, para mudabir dan musyrif ini akan memantau apakah ada dari peserta didiknya yang mengalami masalah pribadi. Dari sana akan ada beberapa langkah yang diambil. Dimulai dari identifikasi masalah melalui  proses pendekatan personal. Kemudian setelah diketahui, aka nada pendampingan atau pembinaan oleh musyrif dan mudabbir. Selanjutnya musyrif akan berkoodinasi dengan kepala asrama berkaitan dengan upaya penanganan masalahnya.

Dengan proses pendampingan seperti ini, SMA Al Hikmah Boarding School Batu berharap dapat membentuk karakter alumni yang sholih, muslih dan memiliki akademik yang optimal.

 

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *