Siswa Al Hikmah Boarding Selalu Menjaga Wudlu

suasana mengaji di SMP Al Hikmah Boarding Batu

Kesucian adalah bagian penting dalam islam yang memiliki nilai krusial. Tanpa bersuci, kita tidak akan bisa melaksanakan sholat lima waktu yang menjadi kewajiban. Tak heran bila muslim diharuskan untuk bersuci atau berwudhu sebelum sholat lima waktu dan mengaji.

Seperti para ulama terdahulu, hidup bermanfaat dan saat telah wafatpun, tetap terkenang budi baik mereka.

Semangat para ulama inilah  yang menginisiasi program Al Hikmah Batu untuk sentiasa menjaga wudhunya. Tak hanya berlaku bagi para siswa, guru dan para pembimbingpun melakukan hal yang sama.

Program Rutin Giat Wudlu

Giat menjaga wudhu merupakan bagian dari program yang tak hanya berlaku saat masa pandemik seperti ini saja. Mendidik anak agar gemar berwudhu adalah nilai plus tersendiri yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan Al Hikmah Batu.

Sosialisasi oleh pihak sekolah cukup sering digaungkan. Guru biasanya akan bertanya terlebih dahulu, apakah siswa sudah berwudhu dalam setiap kesempatan.

Selain itu, agar kebiasaaan berwudhu ini menjadi budaya bagi anak-anak, maka dalam kesempatan apapun, bila siswa ingin izin ke kamar mandi, perintah izinnya berupa izin untuk berwudhu.

Cukup unik memang, bayangkan ketika ada siswa yang memiliki hajat buang air kecil, maka izinnya adalah “Ustadz, saya ingin berwudhu,”. Saat kami tanya, kenapa prosedurnya seperti itu? Ternyata itu merupakan trik, agar siswa selalu ingat, setelah buang air atau  buang hajat, mereka harus langsung berwudhu.

Sekalipun kemampuan anak berbeda-beda, latar belakang keluarga juga berbeda-beda. Pihak Al Hikmah Batu sangat positif dalam menjalankan program ini hingga sukses.

Wudhu telah menjadi komitmen semua pihak Al Hikmah Boarding School Batu. Dengan terus menjaga wudhu, diharapkan terdapat keberkahan dalam setiap majelis ilmu yang dijalani, selain itu diharapkan higienitas juga selalu terjaga.

Wudlu Menunjang Kesuksesan Siswa

Indikator kesuksesan dalam pelaksanaan program ini adalah sedikitnya anak-anak yang mengantri wudhu saat akan sholat berjamaah. Hal ini diamini oleh sebagian guru yang menyaksikan para siswa hanya mencuci tangan dan kaki saja sebelum sholat, walaupun memang ada beberapa anak yang merasa kurang sreg tidak wudhu sebelum sholat sehingga mengulangi kembali wudhunya.

Indikator kesuksesan menjaga wudhu lainnya adalah konsentrasi siswa yang bertambah fokusnya. Mungkin hal ini terlihat tidak mungkin, namun itulah yang dirasakan oleh guru dan pembimbing kamar dari Al Hikmah Boarding School Batu.

Bila usai berwudhu, siswa merasa lebih fresh dan lebih siap menerima pelajaran dari guru. Selain itu, kegiatan yang dilakukan terasa mudah dan cepat selesai, semoga ini merupakan tanda keberkahan dalam majelis ilmu yang sedang dijalani para siswa di Al Hikmah Batu.

Dengan budaya wudhu yang terus dibangun oleh guru dan civitas akademik lainnya, tentu diharapkan tidak hanya melahirkan siswa-siswa yang agamis secara jiwa dan batiniyah, namun juga secara lahiriyah.

Inilah hasil yang diharapkan oleh Al Hikmah Boarding School Batu, semangat para ulama dalam menjaga wudhu semoga dapat diikuti oleh siswa-siswa dan seluruh elemen Al Hikmah Batu. Semoga pula, meliu pembelajaran menjadi berkah, majelis ilmu yang dibangun dapat memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya kelak bagi umat Islam.

 

 

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *