SMA Al Hikmah Boarding Batu Gelar Pembaretan dan Atraksi Ala Militer

Di antara karakter utama pada siswa yang diharapkan bisa tumbuh di lembaga pendidikan adalah jiwa kepemimpinan dan sikap disiplin. Sikap ini lebih kuat ditekankan pada lembaga pendidikan yang berbentuk boarding school.

Aspek inilah yang juga diterapkan pada SMA Al Hikmah Boarding School Batu. Sabtu, (14/9/2019) sekolah ini menggelar seremoni pembaretan bagi siswa baru (kelas 10). Acara ini sebagai puncak kegiatan latihan kedisiplinan atau Basic Leader Camp yang memakan waktu dua bulan ini. Ada sejumlah latihan kedisiplinan atau kesamaptaan yang dilalui bagi 40 santri baru ini.

Basic Leader Camp Al Hikmah Boarding Batu

Selain pembiasaan ibadah dan pemahaman, mereka juga mendapatkan latihan dasar-dasar kesamaptaan yang dibimbing oleh pelatih dari pihak TNI. Kegiatan Basic Leader Camp dilaksanakan selama delapan minggu, dengan detil kurikulum sebagai berikut :

 

No Muatan Materi % Pertemuan
1 Kepemimpinan 15 42
2 Al Qur’an 15 42
3 Adab 10 28
4 Ibadah dan Aqidah 5 14
5 Learn How To Learn (LHTL) 15 42
6 Peminatan 5 14
7 Matrikulasi 20 56
8 Materi MOS 5 14
9 Bela Negara 5 14
10 Ke Al Hikmahan 5 14
Total 100 280
       
2 Bulan = 280 Pertemuan

Menurut Dr. Edy Kuntjoro, M.Pd, kepala SMA Al Hikmah Boarding School, santri baru ini ditanamkan jiwa kepemimpinan dan sikap disiplin sebelum kurikulum sekolah dimulai. “Ibaratnya mereka ini mau diisi ilmu. Maka wadahnya harus disiapkan dulu. Wadahnya harus dibentuk dulu agar siap diisi berbagai macam ilmu,” jelas doktor bidang pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya ini.

Pihaknya, lanjut Edy, bekerja sama dengan batalyon kavaleri TNI Angkatan Darat. Sehingga unsur-unsur kemiliteran juga dirasakan para santri baru. Tentu saja kadarnya berbeda anggota TNI, ada penyesuaian pada kemampuan dan kekuatan fisik siswa. Harapannya, mereka merasakan nuansa kedisiplinan dan kepemimpinan yang menancap pada keseharian mereka.

Sementara itu, Ani Christina, Guru Bimbingan & Konseling, mengungkapkan sebagian besar calon wali murid sekolah boarding berharap anak-anaknya mendapatakan pendidikan akademik yang modern dan sekaligus berharap anaknya memilki moralitas dan spiritualitas yang baik. Ternyata tidak semua anak memiliki kesiapan untuk menempuh pendidikan seperti ini.

Pemilihan jenis sekolah berasrama harus dipersiapkan dengan matang agar anak tidak ‘menyerah di tengah perjalanan.’ Anak-anak yang tidak siap akhirnya bermasalah di sekolah dan tidak optimal perkembangannya. Beberapa anak yang tidak siap menempuh dinamika kehidupan sekolah berasrama mengalami perasaan tertekan, pindah sekolah, atau bahkan ‘kabur dari asrama.’

Masa Orientasi Siswa Mengedepankan Kesiapan Mental

SMA Al Hikmah Boarding School Batu, masih jelas Ani, menetapkan masa orientasi dua bulan sebagai masa pembentukan kesiapan belajar. Beberapa pertimbangan mendasari ketetapan ini. Pertama, siswa baru memiliki jam biologis yang berbeda-beda dalam beraktivitas sebelum masuk sekolah. Sehingga perlu masa adaptasi untuk memiliki kenyamanan dengan ritme sekolah berasrama. Siswa dibangunkan pada pukul 03.00 WIB kemudian mendapat serangkaian proses belajar panjang dan baru akan memulai tidur lagi pada pukul 21.00 WIB.

Kedua, siswa baru perlu menyesuaikan diri dengan kondisi terpisah dari kedua orangtua sehingga dalam masa dua bulan ini tidak diperkenankan bertemu sama sekali dengan orangtuanya sebagai terapi pembiasaan. Penutupan proses komunikasi dengan orangtua akan mengondisikan siswa mendapatkan kemandirian emosional tanpa hadirnya orangtua.

Ketiga, siswa baru dalam masa dua bulan ini belum mendapatkan target akademik karena tujuan yang ingin dicapai pada masa orientasi adalah terbentuknya soft skill, yaitu serangkaian sikap yang menjadi dasar kesiapan belajar, seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, motivasi berprestasi, daya juang, dan pola penyelesaian masalah. Sehingga BLC diberikan demi kesiapan belajar santri selama tiga tahun ke depan.

Siswa SMA Al Hikmah Boarding School Batu

Atraksi Ala Militer

Dalam acara pembaretan ini, para santri kelas 10 ini juga menampilkan sejumlah atraksi di hadapan para wali murid dan tamu undangan. Sejumlah pengurus dan pembina Yayasan Lembaga Pendidikan Al Hikmah juga hadir. Pihak sekolah juga mengundang Walikota Batu yang diwakili wakil walikota serta didampingi kepala sejumlah kepala dinas, kapolsek, dandim dan camat setempat.

Yang paling menyita perhatian hadirin adalah atraksi baris-berbaris dangan berbagai formasi yang padu ala militer. Tak hanya itu, mereka membentuk berbagai macam formasi sambil menyanyikan lagu penyemangat dan juga meneriakkan yel-yel.

Di antara lagu penyemangat itu terlontar kalimat ayah ibu yang jadi panutan. Mereka melantunkan itu dengan gerakan cepat dan bersemangat secara kompak. Perpaduan gerak dan lagu itu melahirkan keindahan.

Keselarasan ini mampu mengundang decak kagum tiga ratus hadirin. Ada sejumlah hadirin yang sampai meneteskan air mata terharu. Bahkan ada tamu undangan seorang bapak yang bukan wali murid tampak berkaca-kaca matanya karena larut dalam rasa haru bercampur bangga.

 

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *