Yang Membuat Betah di Al Hikmah Boarding School

Wawancara di Al Hikmah Boarding School

Saya hadir di Al Hikmah pukul 15:00. Saat itu Al Hikmah Boarding School gerimis, cukup dingin karena Al Hikmah berada di 900 meter di atas permukaan air laut. Ketika itu suhu udara mencapai 16 derajat celcius.

Berada di kaki gunung Arjuno, membuat Al Hikmah memang sangat indah. Latar belakangnya terlihat gunung menjulang. Anda akan betah berlama-lama berada di Boarding School yang khusus untuk pendidikan menenang ini. Ketika masuk pun struktur bangunan di dalamnya tidak rata, naik turun, mengikuti tekstur tanah.

Saya berada di Al Hikmah untuk wawancara beberapa siswa. Jika ingin tahu bagaimana boarding school tersebut bagus atau tidak, tanyakan pada yang merasakan objek pendidikan tersebut. Saya berkesempatan bertanya kepada dua orang. Rafif dan Fadlan.

Antara Terpaksa dan Keinginan Sendiri

Di Al Hikmah Boarding School ternyata tidak semua siswa memiliki keinginan sendiri untuk masuk. Bahkan ada juga yang terpaksa. Waktu itu Rafif yang menceritakan kalau sebenarnya ia terpaksa masuk ke Boarding School di Batu.

Saya kemudian bertanya, kenapa kok bertahan sampai sekarang. Jawabannya ternyata ada teman yang sudah seperti keluarga di Al Hikmah. Dua puluhan anak menjadi seperti satu keluarga di bawah  bimbingan ustadz-ustadz yang ada di dalamnya.

Padahal siswa yang terlihat keturunan arab ini pada awalnya sampai menangis. Ingin pulang. Tapi ternyata keinginan itu tidak kesampaian. Justru teman-teman yang ada di asrama membuat Rafif serasa memiliki keluarga sendiri.

Pada akhirnya Rafif tidak ada perbedaan dengan siswa yang masuk karena keinginan sendiri. Ia merasa nyaman dan betah  di Al Hikmah Boarding School. Ketika saya tanya tentang rasa kangen kepada keluarga, jawabannya pasti ada. Tapi rasa itu sudah berganti dengan adanya banyak teman.

Lubuk Linggau ke Batu Malang

Sedangkan siswa yang satunya berasa dari Lubuk Linggau, Fadlan. Ia mengaku kehadirannya di Al Hikmah adalah sebuah keajaiban. Di mana ia bisa hadir di Boarding School Batu, Jawa Timur, padahal ia berada di Lubuk Linggau yang sangat jauh.

Pertanyaan saya pada akhirnya adalah, apakah Anda Nyaman? Jawabannya ia merasa sangat nyaman. Terutama dengan fasilitas yang diberikan. Kalau persoalan fasilitas saya melihat, Al Hikmah memang cukup bagus. Sehingga betah di Al Hikmah Boarding School.

Untuk asrama, bentuknya seperti rumah. Bukan seperti asrama pada umumnya. Rumah dengan dua lantai, dengan setiap lantainya ada tiga sampai empat kamar. Di setiap kamar terdapat empat siswa dengan dua kamar mandi di dalam. Menurut saya unsur kekeluargaan yang dirasakan siswa Al Hikmah, salah satunya karena desain asrama seperti rumah.

Peran Guru Pendamping

Ada satu aspek yang menurut saya cukup penting dan membuat siswa di Al Hikmah Boarding School cukup betah. Yaitu peran guru pendamping. Guru yang juga sebagai pendamping asrama memiliki rasio yang bagus. Bisa dikatakan ketika saya ke sana, satu guru bisa menangani lima siswa.

Ketika kami tanya kepada Fadlan dan Rafif, mereka berdua sepakat menyatakan bahwa guru di Al Hikmah cukup peduli dengan siswanya. Bahkan ketika sakit diantarkan ke dokter. Juga selalu dijenguk di dalam kamar dan terus dipantau.

Hal lain, ketika siswa di Al Hikmah merasakan turun motivasi, lesu, guru hadir sebagai motivator. Menemani dan sering mengajak berbicara empat mata agar bisa menyampaikan dari hati ke hati. Terutama yang membuat mereka nyaman adalah, mereka dianggap sebagai anak dewasa, bukan sebagai anak kecil. Hal inilah yang kemudian membuat mereka merasa betah di Al Hikmah Boarding School.

Belajar Sesuai Minat

Salah satu yang membuat betah di Al Hikmah Boarding School dalam sudut saya selepas wawancara adalah metode pembelajaran yang sesuai dengan minat. Dalam artian, jika siswa menyukai Matematika, maka akan dibebaskan belajar Matematika melebihi jam pelajaran.

Al Hikmah Boarding juga akan memberikan fasilitas untuk eksplorasi lebih dalam materi tersebut. Ada perpustakaan, ada pendampingan dari guru yang cukup intensif. Sehingga setiap siswa mampu menekuni yang mereka suka.

Hal inilah yang membuat siswa di Al Hikmah Boarding Batu merasa nyaman. Tidak merasa terkekang dengan pelajaran yang ada di dalam Boarding School. Hampir mirip dengan sistem SKS namun lebih bebas. SKS cenderung sekolah yang memformulakan, sedangkan di Al Hikmah semua justru memfasilitasi keinginan siswa. Sehingga setiap anak bisa menggeluti sesuatu yang berbeda-beda.

Ada yang tekun dalam materi Sejarah, ada juga yang tekun dalam materi Biologi. Semua bisa menikmati. Sehingga semua hal tersebut menjadikan siswa di Al Hikmah serasa berada pada optimalisasi potensi diri dan betah di Al Hikmah Boarding School.

 

 

 

 

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *